Skip to main content

Posts

Suku-Suku di SUMATERA

Daftar Jenis Suku Bangsa Yang Berada di Pulau Sumatera. Sumatera merupakan salah satu pulau terbesar yang berada di bagian Barat Indonesia. Memiliki beberapa suku dan budaya yang berbeda. Di pulau Sumatera terdapat 10 provinsi dengan luas dengan luas 443.065,8 km2. Dengan luas yang pulau yang cukup besar, tentunya terdapat beragam suku bangsa. Nah apa saja jenis suku yang terdapat di pulau sumatera? Yuk kita lihat daftarnya dibawah ini : 1. Suku di Sumatera yang berada di Aceh 1. Suku Aceh (Sejarah dan Kebudayaan suku Aceh) 2. Suku Alas 3. Suku Devayan 4. Suku Gayo 5. Suku Haloban 6. Suku Kluet 7. Suku Lekon 8. Suku Pakpak 9. Suku Sigulai 10. Suku Singkil 11. Suku Tamiang 12. Suku Minangkabau (Sejarah dan kebudayaan suku minangkabau 13. Suku Aneuk Jamee 2. Suku di Sumatera Utara 1. Suku Batak (Sejarah dan kebudayaan suku Batak) Suku Batak Angkola Suku Batak Mandailing Suku Batak Pakpak Suku Batak Simalungun Suku Batak Toba 2. Suku Minangkabau (Sejara
Recent posts

Spesies Katak Baru di Sumatera, Punya Organ Aneh di Perut

Saat melakukan ekspedisi untuk mengumpulkan larva amfibi di hutan terpencil yang ada di Sumatera, Umilaela Arifin dari University of Hamburg dan timnya tak sengaja menemukan dua spesies katak yang belum pernah dilihat sebelumnya. Berbeda dari katak umumnya atau yang pernah ditemukan sebelumnya, katak ini memiliki ciri fisik unik yang diduga hasil adaptasi terhadap lingkungan. Kedua spesies yang baru ditemukan itu bernama Sumaterana montana dan Sumaterana dabulescens. Peneliti juga menemukan kecebongnya. Dalam laporan yang dipublikasikan di jurnal Zoosystemics and Evolution, kecebong yang mereka temukan memiliki mulut kecil yang disebut cakram oral. Dua spesies katak ini juga punya keunikan serupa, yakni memiliki isapan berbentuk mirip cangkir yang ada di bagian bawah mulut, tepatnya di perut. "Fenomena di mana kecebong punya penghisap perut dikenal sebagai gastromyzophoru. Adaptasi ini tergolong langka dan banyak ditemukan pada kodok tertentu yang ada di Amerika dan Asia,"

SUMATERA BARAT

Sejarah Kediaman gubernur  Westkust van Sumatra  atau "pantai barat Sumatera" ( litografi  berdasarkan lukisan oleh Josias Cornelis Rappard, 1883-1889) Nama Provinsi Sumatera Barat bermula pada zaman Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC), di mana sebutan wilayah untuk kawasan pesisir barat Sumatera adalah  Hoofdcomptoir van Sumatra's westkust . Kemudian dengan semakin menguatnya pengaruh politik dan ekonomi VOC, sampai abad ke 18 wilayah administratif ini telah mencangkup kawasan pantai barat Sumatera mulai dari Barus sampai Inderapura. Seiring dengan kejatuhan Kerajaan Pagaruyung, dan keterlibatan Belanda dalam Perang Padri, pemerintah Hindia Belanda mulai menjadikan kawasan pedalaman Minangkabau sebagai bagian dari  Pax Nederlandica , kawasan yang berada dalam pengawasan Belanda, dan wilayah Minangkabau ini dibagi atas  Residentie Padangsche Benedenlanden  dan  Residentie Padangsche Bovenlanden . Selanjutnya dalam perkembangan administrasi pemerintah

SUMATERA SELATAN

Sejarah Provinsi Sumatera Selatan sejak berabad yang lalu dikenal juga dengan sebutan Bumi Sriwijaya; pada abad ke-7 hingga abad ke-12 Masehi wilayah ini merupakan pusat kerajaan Sriwijaya yang juga terkenal dengan kerajaan maritim terbesar dan terkuat di Nusantara. Gaung dan pengaruhnya bahkan sampai ke Madagaskar di Benua Afrika. Sejak abad ke-13 sampai abad ke-14, wilayah ini berada di bawah kekuasaan Majapahit. Selanjutnya wilayah ini pernah menjadi daerah tak bertuan dan bersarangnya bajak laut dari Mancanegara terutama dari negeri China. Pada awal abad ke-15 berdirilah Kesultanan Palembang yang berkuasa sampai datangnya Kolonialisme Barat, lalu disusul oleh Jepang. Ketika masih berjaya, kerajaan Sriwijaya juga menjadikan Palembang sebagai Kota Kerajaan. Menurut Prasasti Kedukan Bukit yang ditemukan pada 1926 menyebutkan, pemukiman yang bernama Sriwijaya itu didirikan pada tanggal 17 Juni 683 Masehi. Tanggal tersebut kemudian menjadi hari jadi Kota Palembang yang dipering

SUMATERA UTARA

Sejarah Pada zaman pemerintahan Belanda, Sumatera Utara merupakan suatu pemerintahan yang bernama Gouvernement van Sumatra dengan wilayah meliputi seluruh pulau Sumatera, dipimpin oleh seorang Gubernur yang berkedudukan di kota Medan. Setelah kemerdekaan, dalam sidang pertama Komite Nasional Daerah (KND), Provinsi Sumatera kemudian dibagi menjadi tiga sub provinsi yaitu: Sumatera Utara, Sumatera Tengah, dan Sumatera Selatan. Provinsi Sumatera Utara sendiri merupakan penggabungan dari tiga daerah administratif yang disebut keresidenan yaitu: Keresidenan Aceh, Keresidenan Sumatera Timur, dan Keresidenan Tapanuli. Dengan diterbitkannya Undang-Undang Republik Indonesia (R.I.) No. 10 Tahun 1948 pada tanggal 15 April 1948, ditetapkan bahwa Sumatera dibagi menjadi tiga provinsi yang masing-masing berhak mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri yaitu: Provinsi Sumatera Utara, Provinsi Sumatera Tengah, dan Provinsi Sumatera Selatan. Tanggal 15 April 1948 selanjutnya ditetapkan sebag